Ramadhan baru saja berlalu. Sebagaimana kita ketahui, puasa adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh, berakal sehat, tidak ada halangan syari, menetap, dan mampu secara fisik dan mental. Namun masih ada sebagian muslim yang memenuhi syarat wajib puasa tetapi tidak berpuasa ataupun mokel (tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya) dengan alasan karena tidak sahur. Sahur adalah aktivitas makan dan atau minum di pagi hari sebelum subuh sebagai persiapan untuk melaksanakan ibadah puasa.
Apakah untuk berpuasa itu harus sahur dulu? Jawabannya adalah tidak. Sahur bukanlah syarat sah puasa dan dihukumi sunnah muàkadah (sunah yang sangat dianjurkan) karena terdapat keberkahan berdasarkan hadist dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).
Lantas bagaimana jika tidak sempat sahur? Masih bolehkah berpuasa? Tentu saja boleh. Sekali lagi sahur bukanlah syarat untuk melakukan puasa, dan kewajiban berpuasa tidaklah gugur, hanya karena tidak makan sahur.
Apakah tubuh kita akan baik-baik saja tanpa makan sahur?
Saat manusia tidak makan, sejumlah perubahan akan terjadi di dalam tubuh secara bertahap. Simak penjelasan berikut ya…
- Setelah 1 Hari
Glukosa alias gula dalam makanan digunakan tubuh sebagai sumber energi. Energi yang diperoleh dari glukosa hanya bisa bertahan sekitar 6 jam. Setelah gula habis, tubuh kita mulai merasakan lapar. Jika selama 10-16 jam kita tidak juga memperoleh asupan makanan, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak untuk diubah menjadi energi.
Setelah satu hari tidak makan, tubuh melepaskan hormon glukagon. Hormon ini mengirimkan sinyal ke hati untuk membuat glukosa. Sebagian besar gula yang dihasilkan hati digunakan untuk menjalankan fungsi otak.
- Setelah 3 Hari
Setelah 2-3 hari, tubuh akan makin banyak menggunakan jaringan lemak sebagai sumber energi. Asam lemak kemudian digunakan untuk membentuk keton di hati. Keton adalah zat lain yang digunakan tubuh untuk membuat energi. Saat keton dilepaskan ke aliran darah, otak menggunakannya sebagai bahan bakar pengganti glukosa.
- Setelah 7 Hari
Ketika cadangan lemak sudah habis, maka tubuh akan menggunakan protein di otot. Saat protein dipecah, asam amino juga dilepaskan ke dalam aliran darah untuk menghasilkan lebih banyak glukosa. Makin sedikit cadangan lemak yang kita miliki, makin cepat proses pemecahan protein terjadi.
Tidak makan selama 7 hari menyebabkan tubuh kehilangan protein dalam jumlah besar. Karena protein yang tersisa makin sedikit, tubuh kemudian menghemat penggunaan protein sehingga metabolisme tubuh berjalan lebih lambat.
- Setelah 14 Hari
Berbekal protein yang tersisa sebagai sumber energi, kita mungkin masih sanggup bertahan setelah 14 hari tanpa makanan. Namun, jika asupan makanan tidak juga diperoleh, proses pemecahan otot makin cepat sehingga ginjal, jantung, dan hati tidak lagi berfungsi. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan seseorang mengalami kematian.
Selain itu, daya tahan tubuh yang kian melemah akibat tidak makan meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Infeksi juga bisa jadi penyebab kematian.
Jadi, kalau kita pas kebetulan tidak sempat sahur, tidak usah takut lagi untuk tetap berpuasa, karena cadangan lemak dan protein kita lebih dari cukup untuk bertahan “hanya” dalam beberapa jam. Sambil terus berdoa, mohon kekuatan dan kemudahan melaksanakan puasa di hari itu.
Terakhir, untuk yang sudah terlanjur mokel karena tidak sahur segeralah bertaubat, mengqodho puasa yang ditinggalkan dan memperbanyak puasa sunah di luar Ramadhan sebagai upaya untuk menggenapi “kekuranga-kekurangan nilai” puasa Ramadhan yang telah lalu. Semoga Allah memberi taufik pada kita semua.
Ditulis oleh : Mustabiyatun Umriyah, S.Pd,.M.Pd
Sumber
Nurmayani,S.P. 2022, Berapa lama Manusia Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan? Tersedia di www. klikdokter.com
Tuasikal, M.A. 2012. Berkah dalam Makan Sahur. Tersedia di www. Rumaysho.com