Oleh Mustabiyatun Umriyah, S.Pd., M.Pd.
Secara geografis ndonesia terletak di antara dua benua yairu benua Asia dan benua Australia, serta dua samudera yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik. Hal ini bukan saja membawa dampak positif seperti tanah yang subur dengan berbagai kekayaan sumber daya alam, menjadi poros maritime dunia yang memudahkan perdagangan lintas benua, menjadi titik pertemua berbagai bangsa asing yang memperkaya khazanah Bahasa, seni dan tradisi di masyarakat, serta kondisi alam kepulauan dan iklim tropis yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata bahari dan wisata alam yang sangan diminati. Namun, selain dampak positif tersebut juga ada beberapa dampak negatifnya. Salah satunya adalah menjadi wilayah yang rawan bencana. Deretan gunung berapi menjadikan wilayah Indonesia rawan bencana gempa dan letusan gunung berapi. Curah hujan yang banyak menjadikan Indonesia rawan bencana banjir dan tanah longsor
Tindakan mitigasi bencana menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi dan meminimalkan resiko serta dampak yang ditimbulkan oleh bencana, baik berupa korban jiwa, kerugian materiil, maupun kerusakan lingkungan. Kegiatan ini meliputi kegiatan pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana.
Kegiatan pra bencana misalnya dengan memberika penyuluhan, simulasi, serta membangun infrastruktur pendukung. Saat bencana yaitu dengan kegiatan evakuasi mandiri, tindakan penyelamatan, dan pemberian bantuan dasar seperti makanan dan obat-obatan. Kegiatan pasca bencana dapat dilakukan dengan membersihkan puing-puing, reruntuhan dan sampah sisa bencana, melakukan pendataan terhadap kerugian dan kerusakan fasilitas, perbaikan sarana dan prasarana serta membangun kembali infrastruktur dengan standar yang lebih baik dan aman untuk mengantisipasi bencana di masa yang akan datang.
Pada kegiatan mitigasi pasca bencana ini sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni yaitu tenaga yang ahli di bidangnya dan alat yang canggih berupa excavator yang tangguh dalam berbagai situasi bencana. Excavator yang tangguh bencana adalah excavator yang mampu menjangkau medan yang sulit dan mampu bekerja dengan baik untuk membersihkan sisa-sisa bencana.
Sebuah karya besar seringkali berawal dari hal-hal kecil. Jika hari ini belum mampu menciptakan sebuah excavator yang sebenarnya, setidaknya sudah mampu membuat prototypenya. Prototype excavator ini dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat seperti karton bekas, selang plastic dan suntikan. Setiap kelompok boleh merancang dan berkreasi sesuai keinginan mereka dibawah bimbingan beberapa guru. Dan setelah jadi, untuk menguji ketangguhannya, prototype excavator tersebut harus bisa menyerok biji kacang hijau yang disediakan. Diberikan tiga kali kesempatan untuk menyerok, lalu biji kacang hijau yang terkumpul ditimbang. Semakin banyak kacang hijau yang berhasil diserok atau semakin besar massa kacang hijau yang terkumpul berarti semakin tangguh prototype excavator tersebut.
Dari prototype excavator tangguh kacang hijau ini semoga suatu saat nanti bisa terwujud excavator tangguh bencana yang sesungguhnya.

